Motivation
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hai… Perkenalkan nama saya Kitto Faishal Taurean, saat ini saya sebagai Mahasiswa dari Fakultas Peternakan di Universitas Brawijaya. Disini saya akan berbagi pengalaman hidup saya, yaitu tentang bagaimana saya belajar untuk bangga menjadi diri sendiri. Sebelumnya maaf kalau cerita saya sedikit membosankan yaa maklum bukan penulis yang jago hehehe...
Saya lahir tahun 2002 di salah satu Rumah Sakit di Kota Malang, ya meskipun saya lahir di kota Malang bukan berarti tempat tinggal saya di kota Malang juga. Saya tinggal dan dibesarkan di sebuah desa di Kabupaten Malang. Keluarga saya tergolong keluarga sederhana dan Orang tua saya selalu mengajarkan kepada anak anaknya untuk bersyukur atas apapun yang telah dimiliki. Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan dari mereka, itu menjadi salah satu alasan saya bangga memiliki orang tua seperti mereka. Memang saya bukan anak konglomerat ataupun anak pejabat, namun saya adalah anak dari orang tua yang hebat.
Sekarang saya akan berbagi pengalaman saya semasa sekolah tapi yang berhubungan dengan topik di atas yaa, yaitu bagaimana saya belajar untuk dapat bangga menjadi diri sendiri. Saya memulai pendidikan di TK Kenanga, sebuah TK di sekitaran desa saya. Seperti anak anak pada umumnya, masa TK saya hanya berisi kebahagiaan dimasa kecil jadi tidak perlu saya ceritakan yaa. Kemudian saya melanjutkan pendidikan di SDN Krebet 01, di masa sekolah dasar semua masih berjalan mulus mulus saja. Pada masa itu, saya memiliki banyak teman karena memang sekolah saya masih berada di desa tempat tinggal saya. Bisa dibilang saya anak yang nakal tapi masih dalam batas wajar lah karena mungkin hanya sedikit terbawa suasana.
Setelah saya lulus Sekolah Dasar, saya memutuskan untuk melanjutkan SMP ke kota Malang, tepatnya di SMP Negeri 10 Malang. Disana, awalnya terasa biasa biasa saja. Dan pada saat pembagian kelas, Alhamdulillah saya dapat masuk di kelas unggulan. Saya pikir teman teman saya tidak jauh beda dengan teman saya saat SD maupun di tempat tinggal saya. Ternyata ekspektasi saya tidak sesuai realita yang saya hadapi, saya berada di lingkungan dan kebiasaan yang baru. Seperti cara teman teman saya dalam bergaul, itu berbeda dengan teman teman di tempat tinggal saya. Dari situ, saya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan mengikuti kebiasaan dari lingkungan yang baru ini. Dengan mengikuti kebiasaan mereka, saya pikir itu adalah cara yang tepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Setelah masa SMP berakhir, saya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 6 Malang. Dan disana semakin banyak teman baru dengan karakter dan perilaku yang bisa saya bilang unik hingga aneh, hal hal baru mulai datang silih berganti. Kemudian saya sempat berpikir, bahwa saya tidak bisa terus menerus mengikuti kebiasaan mereka hanya untuk menyesuaikan diri. Karena itu sama saja saya membohongi diri sendiri. Pelan pelan saya mulai belajar menjadi diri saya sendiri, awalnya memang terasa sedikit aneh dan saya sempat berpikir mungkin teman teman saya akan menjauhi saya karena saya bukan anak yang gaul dan suka nongkrong malam seperti anak kota pada umumnya, apapun reaksi mereka saya akan bersikap bodoamat saja. Namun bukannya mereka menjauhi saya, justru mereka sangat menghormati perbedaan kebiasaan dan perilaku saya. Walaupun mungkin tidak semua anak seperti itu, saya tetap bangga telah menjadi diri saya sendiri. Karena itu, saya tidak perlu lagi memikirkan apa kata orang lain terhadap saya dan percaya diri saja atas apa yang saya lakukan selama itu masih di jalan kebenaran.
Karena sejatinya kita sebagai manusia memiliki kewajiban untuk saling menghormati antar sesama, karena manusia juga disebut sebagai makhluk sosial maka toleransi antar sesama harus selalu melekat pada diri masing masing. Dan juga untuk bisa belajar menjadi diri sendiri tidaklah semudah berucap, dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi. Sebenarnya, hidup akan menjadi sangat indah dan asik saat kita bisa menjadi diri sendiri.
Saya ada satu pesan bagi siapapun yang membaca ini, “Banggalah menjadi diri sendiri karena aku, kamu, dan kita semua adalah makhluk pilihan yang sangat istimewa dan sangat berharga”. Sekian cerita singkat tentang pengalaman pribadi saya, maaf kalau ada salah kata dan maaf juga kalau ceritanya membosankan yaa hehehe.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar